Archive for the ‘Renungan’ Category
Renungan Harian 3 September 2010
Friday, September 3rd, 2010Bacaan:
- 1Kor. 4:1-5;
- Mzm. 37:3-4,5-6,27-28,39-40;
- Luk. 5:33-39
Renungan
Ajaran tentang pantang dan puasa, sering dipahami sebagai hukum kaku yang harus dijalankan sesuai dengan aturan yang tertulis. Sehingga seringkali penghayatan ajaran ini lebih menekankan tindakan lahiriah. Puasa sebenarnya bukan hanya soal makan dan minum yang dapat dilihat dan dicatat; namun puasa lebih sebagai kemampuan mengolah hati dan budi untuk menahan dan menguasai diri dalam hidup dan segala tindakannya.
Hari ini Yesus membela para murid yang makan-minum dan tidak puasa. Yesus mengajak kita untuk memahami bahwa puasa lebih mengarah pada hidup baru bersama Tuhan. Puasa memampukan orang menguasai dan menahan diri sekaligus menjadi sarana yang memampukan kita mengolah dan menata hidup.
Hidup yang diolah dan ditata, akan melahirkan cinta. Cinta akan memampukan kita untuk, gembira, jujur, adil, ramah, tidak pilih kasih, dan mampu memaafkan serta memahami sesama. Puasa sejati adalah soal cara kita belajar untuk menguasai dan mengendalikan diri dalam seluruh aspek kehidupan kita.
(Renungan Harian Mutiara Iman 2010, Yayasan Pustaka Nusatama)
Injil Minggu XXII/C : Luk 14:1.7-14
Saturday, August 28th, 2010Rekan-rekan yang baik!
Para pengikut Yesus dalam Gereja Perdana semakin sadar bahwa mereka diutus bepergian ke pelbagai penjuru dunia menyampaikan Kabar Gembira dengan menyembuhkan orang sakit, mengajar dan meneguhkan iman. Orang cacat, orang buta, janda miskin mereka usahakan agar tidak melulu menjadi penerima sedekah atau orang-orang yang ditolerir keberadaannya, melainkan menjadi bagian dalam kehidupan mereka. Itulah kerasulan murid-murid generasi awal. Sebelumnya tak banyak didengar bahwa iman dapat diwartakan dalam ujud pelayanan bagi kemanusiaan. Para pemimpin mereka memang mendapatkan ilham dari kehidupan dan karya Yesus Sang Mesias sendiri. Dalam mewartakan kedatangan Kerajaan Allah ia menyembuhkan orang, mengusir setan, memperkenalkan kerahiman Tuhan, meninggikan nilai kemanusiaan. Ia juga mengikutsertakan murid-muridnya dalam kegiatannya sehingga mereka menjadi rekan sekerjanya. Bagaimana Injil Minggu Biasa XXII C, yakni Luk 14:1.7-14 dapat membantu kita mendalami kenyataan ini? (more…)
Minggu Biasa XXI C (Luk 12:22-30)
Sunday, August 22nd, 2010LEWAT PINTU YANG SEMPIT?
Injil Minggu Biasa XXI tahun C (Luk 13:22-30) mulai dengan menyebutkan bahwa Yesus mengajar dari kota ke kota dan wilayah di sekitarnya dalam perjalanannya menuju ke Yerusalem. Di sini nama kota ini dieja sebagai “Hierosolyma” - seperti dalam 19:28 ketika arah perjalanan ini disebut untuk terakhir kalinya - dan dengan demikian digarisbawahi sisi kota yang menerima kedatangannya. (Bandingkan dengan ejaan “Ierousaleem” dalam Luk 9:51, kali pertama kota itu disebut sebagai arah perjalanan Yesus. Ejaan ini dipakai mengisyaratkan kota yang tidak bersedia menerima kehadirannya.) Jadi dalam konteks perjalanan ke arah Yerusalem-Hierosolyma itulah Lukas mengolah lebih lanjut ajaran Yesus mengenai bagaimana orang dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. Injil Lukas menampilkan kata-kata Yesus tadi kepada orang yang sudah bersimpati terhadap ajarannya. Bagi orang-orang yang sudah bersedia menerima Yesus, dapatlah diungkapkan beberapa ajaran yang bakal terasa agak keras. Mereka sudah bersama Yesus, tetapi janganlah mereka kemudian merasa terlalu yakin bakal selamat dan menjadi alpa. Mereka diingatkan bahwa perjalanan ini belum selesai dan agar orang dapat sampai ke sana perlu diperhatikan beberapa hal. (”Menuju Yerusalem” dalam Luk 9:51 pernah dibicarakan sehubungan dengan Injil Minggu Biasa XIII tahun C.) Sekaligus mereka yang mau menjadi muridnya dihimbau agar berani bertekun berjalan bersamanya menuju ke tempat kemuliaannya di Yerusalem nanti. (more…)
Injil Minggu (Luk 1:39-56)
Saturday, August 14th, 2010MASA DEPAN KEMANUSIAAN
Empat hal mengenai Maria
dirumuskan sebagai ajaran iman dalam Gereja Katolik. Dua dari zaman para
Bapa Gereja, yakni (1) Maria tetap Perawan, (2) Maria Theotokos - Maria
mengandung dan melahirkan Tuhan Yesus, dan dua rumusan lainnya dari
abad 19 dan 20 meskipun sudah dirayakan sejak berabad-abad sebelumnya,
yaitu: (3) Maria dikandung tanpa noda dosa asal (dinyatakan sebagai
ajaran iman tahun 1854) dan (4) Maria diangkat ke surga jiwa dan badan.
Yang terakhir ini baru resmi dinyatakan sebagai bagian ajaran iman
Gereja Katolik pada tahun 1950 meski sudah dirayakan di pelbagai tempat
sejak abad ke-4. (more…)
Injil Minggu Biasa XIX/C (Luk 12:32-48)
Saturday, August 7th, 2010“JANGAN TAKUT, HAI KAMU KAWANAN KECIL!”
Internoswan dan peminat Alkitab!
Tentu kalian agak heran menerima berita ini. Romo kalian yang biasa menulis ulasan mingguan meminta saya menulis tentang Injil tanggal 8 Agustus 2010 (Luk 12:32-48). Pesannya ke sini, “Luc, tolongin deh!” Ia sendiri kurang sempat menyiapkan ulasan karena sibuk dengan acara kuliah padat. Baiklah saya ceritakan pengalaman menyusun bagian yang kalian dengar hari Minggu ini. (more…)





