Login / Register

Categories
Gallery
dscn2751.jpg
Friends

www.gerejafransiskus.com

erosario.net

APAKAH TUHAN MENCIPTAKAN KEJAHATAN? (Kisah Nyata)

Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada? Apakah kejahatan itu ada?
Apakah Tuhan menciptakan kejahatan? Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswanya dengan pertanyaan ini, “Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?”.

Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, “Betul, Dia yang menciptakan  semuanya”. “Tuhan menciptakan semuanya?” Tanya professor sekali lagi.
“Ya, Pak, semuanya” kata mahasiswa tersebut.

Profesor itu menjawab, “Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita  bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan.”

Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut. Profesor itu merasa menang dan  menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau agama itu adalah sebuah mitos.

Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, “Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?”

“Tentu saja,” jawab si Profesor

Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, “Profesor, apakah dingin itu ada?”

“Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. Kamu tidak pernah  sakit flu?” Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.

Mahasiswa itu menjawab, “Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada.
Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas.
Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas.

Mahasiswa itu melanjutkan, “Profesor, apakah gelap itu ada?”

Profesor itu menjawab, “Tentu saja itu ada.”

Mahasiswa itu menjawab, “Sekali lagi anda salah, Pak. Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk  memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai
panjang gelombang setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut.
Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya.”

Akhirnya mahasiswa itu bertanya, “Profesor, apakah kejahatan itu ada?”

Dengan bimbang professor itu menjawab, “Tentu saja, seperti yang telah  kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di Koran dan TV.
Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan.”
Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab, “Sekali lagi Anda salah, Pak. Kajahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan.
Seperti dingin atau gelap, kajahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan. Tuhan tidak menciptakan kajahatan.
Kejahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan dihati manusia.
Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya.”

Profesor itu terdiam.

Nama mahasiswa itu adalah Albert Einstein.

source : PBC Theo

6 Responses to “APAKAH TUHAN MENCIPTAKAN KEJAHATAN? (Kisah Nyata)”

  1. fpkunkun says:

    Bagus - bagus…
    Pertanyaan selanjutnya : “Apakah PROFESSOR ITU PUNYA AKAL ???”

    Kalo punya, minta Professor itu untuk buktikan dimana AKALnya ???

    heheheeh

  2. admin says:

    Akalnya GELAP , ketutup kejahatan …hehehe

    btw Selamat Pak / Mas , anda orang pertama yang menuliskan comment di http://www.gerejakelsapa.com padahal web ini belum remi di-launch (akan launch pas Misa Natal, sekarang lagi isi2 artikel dulu) …. HEBAATTTT … keep in touch with us …

  3. fpkunkun says:

    Panggil Mas saja… Yup, romo Sapta bilang akan di Launching bulan Desember… Memang lagi persiapan membuat segalanya agar bagus. Kalo boleh saya usul, ada “jumlah orang” yang berkunjung ke site ini sama tempat untuk menaruh saran dan kritik yach… thx..

  4. admin says:

    oh iya jumlah visitornya belum, nanti saya buat deh. Saran dan kritik bisa disampaikan di guestbook. TQ sarannya.

  5. alhg says:

    Syalom,
    Saat saya membaca harian Jawa Pos edisi 14 Feb 2010 hlm. 30, wawancara Uskup-ku, panutan arek2 Katolik suroboyo, dimuat di harian tsb. Saat membaca berdebar rasanya jantung ini. Begitu selesai baca, wajah langsung memerah karena malu. Hati dan pikiran, kompak berseru Apakah pantas, seorang Uskup Yth. berucap seperti itu. Rasanya nggak mungkin, but it’s all true.
    Larangannya atas perayaan imlek di Gereja mengingatkan akan rezim Soeharto. Ungkapannya memakai bahasa mandarin ngawur seperti yang biasa dilakukan anggota Srimulat, amat sangat tidak lucu. Sungguh menyakitkan penghinaan ini, apalagi terucap dari seorang Uskup yang sekali lagi amat sangat terhormat.
    Dengan bangga Bapak Uskup menyatakan sejak Uskup Vincentius Sutikno berkuasa di Surabaya, tidak ada lagi bagi-bagi angpao di Gereja Katolik. Padahal, tahun lalu (2009) di Paroki Kepanjen, romonya bagi-bagi angpao, setelah misa pun si romo menghibur umat denan permainan erlhu (alat musik tradisional china), sebelum misa pun umat dan warga sekitar dihibur dengan pertunjukkan barongsai (Thanks God, there is still CM in Surabaya with his openheart & full of love). Dan umat yang terhibur dan bersuka cita masih bisa tetap mengikuti upacara kurban misa dengan hormat sebagaimana perayaan ekaristi pada hari2 yang lain (tentu saja tanpa barongsai ikut-ikut upacara atau urusan perayaan Imlek lainnya dibawa-bawa).
    Di Yogya pun saya lihat banyak Gereja Katolik yang dapat selaras dengan budaya Jawa, di Bantul, Bayi Yesus memakai mahkota raja seperti di ketoprak Jawa. Di Bali saya lihat Bunda Maria pakai kemben. Saya pikir tidak ada yang salah dari semua itu. Saya yakin Kristus cinta semua bangsa, yang berbudi luhur maupun yang durhaka. Dari yang doyan minum beras kencur maupun yang minum vodka.
    Masih di harian yang sama (Jawa Pos), tanggal yg sama, di halaman 7. Diceritakan bagaimana duo romo Italiano asli di suatu paroki di Jakarta, juga tetap mengadakan perayaan Imlek di Gereja di parokinya, bahkan mereka tidak mempermasalahkan warga Tionghoa sekitar yang belum beriman pada Kristus, turut berbagi kegembiraan dan suka cita.
    Dari malu, hati ini jadi berduka dan penuh tanda tanya, Apakah Tuhan sudah meninggalkan daku, Roh Kudus Pelita Hati-ku sudah tidak sudi memancarkan nyala penerangann-Nya, sehingga kegelapan menaungi hati dan nuraniku, hingga berontak dan amat sangat bertentangan dengan seorang Uskup yang amat sangat terhormat, yang ditunjuk oleh Bapa Suci? OMG, apakah ini akhir zaman dimana mulai bermunculan nabi-nabi palsu?
    isak tangis dari: Alfonsus Ligouri Handoyo G yg binggung dan kehilangan gembala yang bisa jadi panutan. (Mohon maaf sebesar-besarnya, jika ungkapan kejujuran hati ini kurang berkenan dan semoga Jawa Pos salah kutip).

  6. motacm says:

    Trimakasih atas komentar Anda. Semoga dalam hidup kita tidak mengandalkan manusia tetapi mengandalkan Tuhan sehingga bisa menghargai sesama manusia dan mencintai Tuhan. GBU (mota)

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

YM Status

Events Calendar
September 2010
MoTuWeThFrSaSu
  
 1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30  
Links

motacm Blog's

Kalender Liturgi
Polls

How Is My Site?

View Results

Loading ... Loading ...